News!
Selama ini, mikroalga hanya dimanfaatkan sebagai pakan larva ikan pada proses budidaya. Siapa sangka ternyata mikroalga juga berpeluang menjadi bahan baku bioetanol...











IlmuKomputer95.com- Selama ini, mikroalga hanya dimanfaatkan sebagai pakan larva ikan pada proses budidaya. Siapa sangka ternyata mikroalga juga berpeluang menjadi bahan baku bioetanol dan biodiesel--sumber energi penting pada masa depan.

Mikroalga sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan baku biofuel, karena pemanfaatan mikroalga tidak bersaing dengan pemenuhan kebutuhan pangan manusia. Selain itu, mikroalga mengandung karbohidrat, kandungan penting yang dibutuhkan untuk menghasilkan bioetanol.

Percobaan tahun 2010 menggunakan (A) photobioreaktor raceway sirkular; (B) photobioreaktor sistem tertutup “Biofence”

"Kandungan karbohidrat pada mikroalga berkisar 5-67,9 persen dan diperkirakan dapat menghasilkan bioetanol sekitar 38 persen," kata Luthfi Assadad, peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP).

Dalam publikasi Applied Energy edisi 86 tahun 2009, bioetanol bisa dibuat dari tiga sumber utama: bahan yang mengandung sukrosa (tebu, gula, bit, sorgum, dan buah), pati (jagung, gandum, padi-padian, kentang, ubi kayu), dan biomassa yang mengandung lignoselulosa (kayu, jerami, rerumputan).

Percobaan tahun 2011 menggunakan photobioreaktor reduksi CO2 di lapangan gas Subang

"Karbohidrat pada mikroalga berbeda-beda, tergantung spesies dan kondisi lingkungan hidupnya," kata peneliti dalam publikasi Squalen, buletin pascapanen Bioteknologi Kelautan dan Perikanan tahun 2008. Dan di mikroalga, karbohidrat terletak di dinding sel dan sitoplasma.

Penggunaan mikroalga sebagai bahan baku biofuel mempunyai beberapa keuntungan jika dibandingkan dengan tanaman pangan:
1. Pertumbuhan yang cepat.
2. Produktivitas tinggi--gandum hasilkan 2.500 liter/hektare, jagung 3.500 liter/hektare, tebu 6.000 liter/hektare, mikroalga sekitar 20.000 liter/hektare.
3. Dapat menggunakan air tawar dan air laut.
4. Tidak berkompetisi dengan produksi bahan pangan.
5. Konsumsi air yang rendah dan biaya produksi yang tidak terlalu tinggi.

Sumber : Liputan6  Lemigas

Copyright © 2011-2013 Ilmu Komputer 95. Hak cipta dilindungi Oleh Undang-undang.

Diposkan oleh fajar shidiq on Minggu, 15 Juli 2012

0 komentar

Poskan Komentar

Blog Archive

Ikuti Kami Juga Disini!

Informasi Situs